Pada 5 Mei 2026, dua berita muncul hampir bersamaan. Pertama: Badan Pusat Statistik mengumumkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen di kuartal pertama 2026. Angka yang bagus. Bahkan lebih tinggi dari ekspektasi. Kedua: Rupiah menembus Rp17.400 per dolar AS. IHSG tercatat minus 19,55 persen sejak awal tahun. Investor asing keluar Rp17,02 triliun dari pasar saham Indonesia hanya dalam bulan April saja. Dua berita ini terbit di hari yang sama. Bagi sebagian orang, ini membingungkan. Bukankah ekonomi yang tumbuh seharusnya membuat mata uang dan pasar saham menguat? Jawabannya: tidak selalu. Tampilkan / Sembunyikan Daftar Isi Daftar Isi: Dua Data yang Tampak Saling Bertentangan Mari kita letakkan data-datanya berdampingan terlebih dahulu: Indikator Data Sinyal Pertumbuhan GDP Q1 2026 5,61% — ditopang konsumsi rumah tangga ✅ Positif ...
Finance, Accounting & Tax Manager